Jepara – Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara menggelar sosialisasi Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa) dan seminar demokrasi pada Minggu, 16 Februari 2025. Acara yang berlangsung di Auditorium lantai 4 Unisnu ini dihadiri oleh berbagai organisasi mahasiswa (Ormawa) dan lembaga mahasiswa (Lemawa).
Ketua KPUM Unisnu, Muhammad Khoirur Rifa’i, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bulan Februari ini merupakan tahap pendaftaran dan penetapan partai peserta Pemilwa. Ia mengungkapkan bahwa terdapat dua partai yang telah ditetapkan sebagai peserta Pemilwa tahun ini. Selanjutnya, tahapan yang akan dilaksanakan meliputi pencalonan, kampanye, dan pemungutan suara yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni mendatang.
Dalam Pemilwa Unisnu, mahasiswa akan memilih Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) universitas, anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) universitas, serta Gubernur dan Wakil Gubernur BEM di tingkat fakultas.
Seminar demokrasi yang menjadi bagian dari rangkaian acara ini menghadirkan Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Jepara, Muhammadun, sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menjelaskan tentang penguatan kelembagaan lembaga penyelenggara pemilu dan pilkada.
Muhammadun menilai bahwa KPUM Unisnu memiliki peran yang sangat strategis dalam menyelenggarakan Pemilwa. Menurutnya, skema dan pola kerja KPUM Unisnu memiliki banyak kesamaan dengan sistem yang diterapkan oleh KPU dalam pemilu maupun pilkada di tingkat nasional. “Dari diskusi yang dilakukan, terdapat banyak kesamaan antara proses yang dilakukan KPUM dan KPU, meskipun masih ada beberapa aspek yang perlu diperkuat,” ujarnya.
Acara ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai sistem demokrasi kampus serta mendorong partisipasi aktif dalam Pemilwa Unisnu 2025.
